BERITA
BPR JAWA TIMUR
berita1.jpg
Kamis, 26-08-2020
Sinergi Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur dengan BUMDesa di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 berdampak pada lemahnya ekonomi daerah. Untuk kembali memulihkannya, Bank UMKM Jawa Timur bersinergi dengan BUMDesa se-Jawa Timur untuk melakukan beberapa inovasi. Berangkat dari semangat memajukan desa-desa di Jawa Timur, Bank UMKM Jatim terus menggulirkan langkah inovatif. Dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, masih sangat banyak penduduk di pedesaan yang tergolong miskin. Angkanya bahkan lebih dari 50 persen dari total warga desa. ’’Program padat karya menjadi salah satu jalan efektif untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Khofifah. Dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak, pendapatan warga bakal bertambah. Produktivitas warga juga harus didukung. ’’Seluruh elemen harus bersatu untuk mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat. Dengan begitu, ekonomi daerah bakal membaik,’’ ujar gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut. Menanggapi hal itu, Bank UMKM Jatim turut andil dalam mewujudkan mandat orang nomor satu se-Jatim tersebut. ’’Alhamdulillah, kami bersama BUMDesa se-Jatim membuat inovasi yang diberi nama Klinik BUMDesa,’’ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim Ir Moh. Yasin MSi dalam seminar online bertajuk Pinjaman Murah Khusus BUMDesa/BUMDesma dari kantor Bank UMKM Jatim Senin (24/8). Klinik BUMDesa tersebut telah diakui oleh Kemenpan dan secara nasional merupakan inovasi yang sangat bagus. Selain itu, Klinik BUMDesa masuk Top 45 penghargaan puncak bergengsi setiap tahun pada Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). Hal tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Jatim. Sebagai unit bisnis desa yang harus dikelola secara profesional, BUMDesa harus memperhatikan aspek-aspek bisnis. Salah satunya keberanian mengambil risiko. ’’Jika mau mengembangkan bisnis, kita harus berani bekerja sama dengan bank, terutama dalam pembiayaan murah,’’ kata Moh. Yasin. Kerja sama BUMDesa/BUMDesma dengan Bank UMKM diharapkan dapat mengurai dampak pandemi Covid-19 dan menumbuhkan ekonomi daerah. ’’Kami berharap nanti ada sinergi tambahan. Ke depan, Bank UMKM ingin langsung bergandengan dengan desa. Di mana ada desa, di situlah hadir Bank UMKM,’’ tutur Direktur Utama Bank UMKM Jatim Drs Yudhi Wahyu M. Ak MM. Dalam seminar online yang dihadiri oleh kepala desa, pengelola BUMDesa/ BUMDesma, dan para pegiat UMKM di Jatim itu, Yudhi Wahyu menyatakan bahwa Bank UMKM Jatim siap menjadi akses pembiayaan bagi BUMDes se-Jatim.

Menurut penuturan, Abdul Halim Kepala Desa Sekapuk Gresik sebagai salah satu BUMDesa yang telah dibiayai oleh Bank UMKM, “Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah jawa timur, kami telah terbantu dimana dari desa tertinggal sekarang berkembang menjadi maju dan mandiri”. “Ketika kami mendapat bantuan hutang itu saja kami bersyukur. Berarti kami dipercaya. Dipercaya untuk memutar uang perbankan, dipercaya untuk menjadi mitra perbankan dan lebih-lebih ini paling menguntungkan bagi desa. Dimana kita akan tau keuangan BUMDES ini sehat atau tidak”, kepala Desa Sekapuk Gresik menambahkan paparannya.

Sesuai dengan arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada masa pandemi ini, pemprov, desa, serta lembaga keuangan perbankan maupun nonperbankan harus bersinergi dalam pemulihan ekonomi nasional. Kredit Dagulir Tumbuhkan Ekonomi yang Minus Sesuai dengan visi misinya, Bank UMKM Jatim berusaha mengembangkan pertumbuhan perekonomian, terutama UMKM di seluruh wilayah Jatim. Karena itu, Bank UMKM Jatim membuka akses permodalan bagi BUMDesa/BUMDesma melalui kredit dana bergulir (dagulir). Kredit dagulir sendiri adalah pinjaman yang diberikan kepada UMKMK sebagai modal kerja dan investasi. ’’Kami dari Bank UMKM siap menyalurkan pembiayaan melalui dana bergulir. Masih ada sekitar Rp 18 miliar dan semoga ada kuota lagi,’’ papar Yudhi Wahyu. Dagulir sudah berjalan sekitar empat tahun. ’’Insya Allah grafiknya naik terus,’’ kata Yudhi Wahyu. Dengan sisa waktu empat bulan ini, dia berharap ada intensif antara BUMDesa se-Jatim dengan dinas agar nanti bisa melakukan percepatan realisasi kredit, khususnya kredit murah. Hal itu diharapkan dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang minus. Blangko permohonan bisa didapatkan di kantor cabang dan kantor kas terdekat. Dia menambahkan, BUMDesa memiliki potensi yang sangat besar, terutama di Jatim. Pada pandemi ini, produk-produk lokal justru lebih menguat daripada produk impor. Basic arah pertumbuhannya adalah pertanian lokal. Dia berharap potensi tersebut tidak disia-siakan.

Selain memberikan akses permodalan, Bank UMKM Jatim siap hadir membantu apabila ada mitigasi risiko. Misalnya, jika BUMDesa memiliki keraguan, Bank UMKM Jatim akan membuka ruang diskusi serta membantu mencarikan solusi.

Bootstrap Templates by uiCookies