BERITA
BPR JAWA TIMUR
berita1.jpg
Kamis, 23-12-2018
DIRUT BANK BPR JATIM MENYERAHKAN KREDIT PEMBIAYAAN AIR MINUM DAN SANITASI DESA PAMSIMAS BERSAMA WATER ORG

Water org dengan program PAMSIMAS yang dibentuk pada tahun 2014 mengadakan Rapat Kerja Persiapan Pelaksanaan Program PAMSIMAS III Tahun 2019 Regional I dan “Launching Produk Pembiayaan Air Munim dan Sanitasi desa PAMSIMAS dengan Bank UMKM Jawa Timur”. yang bertempat di Vasa Hotel Surabaya Jl. HR. Muhammad No 31, Putat Gede, Suko Manunggal, Kota Surabaya, yang pelaksanaannya selama 3 hari dari tanggal 19 – 21 Desember 2018, dengan peserta PPMU,  Provincial Coordinator Regional Oversight Management Services (ROMS) dan Pengelola Program PAMSIMAS pada Satuan Kerja PSPAM berasal dari 19 Propinsi dan DPMU Program Pamsimas yang berasal dari 94 Kabupaten se Indonesia.

 


Operational Director of Water org Don Johnston menyampaikan bahwa kegiatan launching Produk Pembiayaan Air dan Sanitasi ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan Bank BPR UMKM Jawa Timur dalam rangka menyukseskan Program Pemerintah Indonesia untuk mencapai “Universal Access” pada tahun 2019, yaitu 100% akses air bersih, 0% persen Kawasan kumuh, dan 100% fasilitas sanitasi serta drainase di seluruh wilayah Indonesia. Program ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN) 2014-2019.
Don Johnston menambahkan Water org yang merupakan organisasi non-profit bekerja di Indonesia sejak tahun 2014. Memiliki Visi kami adalah ketika suatu hari setiap orang memiliki akses ke air bersih dan toilet yang bermartabat. Sejak tahun 2015, Water org telah memfasilitasi sebanyak 118 KPSPAMS yang tersebar di 16 kabupaten guna mendapatkan akses pembiayaan ke lembaga keuangan. Water org memfasilitasi KPSPAMS dengan mengenalkan alternatif pembiayaan pengembangan infrastruktur melalui lembaga keuangan dan memperkenalkan lembaga keuangan untuk mengembangkan produk yang dapat membiayai sarana air bersih dan sanitasi.


Untuk memperkenalkan alternatif akses pembiayaan melalui lembaga keuangan di 33 Provinsi sasaran Program Pamsimas sejak 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dibawah Direktorat Jenderal Cipta Karya menjalin kerja sama dengan Water.org. Bentuk kerjasama tersebut kami wujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU pada tanggal 4 Agustus 2017 dan disusul dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama pada tanggal 17 Juli 2018.
Don Johnston menuturkan bahwa kurun waktu dari tahun 2008 hingga 2017 terdapat 664 desa di Provinsi Jawa Timur yang telah mendapat akses air bersih melalui Program PAMSIMAS. Sejak Maret 2018, Water.org telah bekerjasama dengan Bank BPR UMKM Jawa Timur untuk memberikan pembiayaan kepada Kelompok SPAMS Perdesaan (KPSPAMS). Bank BPR UMKM Jawa Timur telah memberikan pembiayaan kepada 6 KPSPAMS yang tersebar di Provinsi Jawa Barat. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan dan akses air bersih di perdesaan dengan menggunakan fasilitas pembiayaan yang fleksible dan terjangkau ungkapnya.


Water.org mendukung dan mengapresiasi keterlibatan Bank BPR UMKM Jawa Timur untuk dapat memberikan pelayanan pembiayaan kepada masyarakat Jawa Timur khususnya kepada Kelompok SPAMS Perdesaan (KPSPAMS). Berdasarkan data BPS tahun 2017, 68,83% rumah tangga di Jawa Timur sudah mendapatkan akses terhadap sanitasi layak dan 75,58% rumah tangga telah mendapatkan akses terhadap sumber air minum yang layak. Sehingga masih terdapat 31,17% masyarakat yang belum mendapatkan fasilitas sanitasi yang layak dan 24,42% masyarakat di Jawa Timut belum mendapatkan akses air bersih. Produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur dapat menjadi alternatif solusi untuk modal pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi. Bagi kami, hal ini merupakan potensi yang besar untuk Lembaga Keuangan (LK)/Bank untuk membiayai pembangunan infrastruktur air dan sanitasi di perdesaan. Sehingga kolaborasi dana dalam pembangunan infrastruktur dapat terwujud dengan lancar. Water.org berusaha mewujudkan lingkungan dan potensi bagi pembiayaan air dan sanitasi.

 


Ditempat yang sama Dirut Bank UMKM Jawa Timur Yudhi Wahyu M. Sesuai dengan visi dan misi, Bank dalam melihat peluang besar untuk ikut serta dalam membiayai pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Perdesaan khususnya di wilayah Pronvinsi Jawa Timur. Kami melihat bahwa air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan vital manusia. Manusia bisa bertahan tanpa makan hingga tiga minggu, namun hanya mampu bertahan 4 hingga 7 hari tanpa air tergantung pada suhu sekitarnya. Selain itu, mengingat bahwa kira-kira total 38,85 juta penduduk Provinsi Jawa Timur berdasarkan data BPS tahun 2017, dan setiap 90 detik anak meninggal karena penyakit terkait dengan masalah air.


Yudhi Wahyu M. menambahkan keberadaan KPSPAMS (Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) yang terbentuk dari Program PAMSIMAS dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan layanan akses air bersih dan sanitasi yang layak, Selain itu ada peluang usaha mikro kecil menengah yang seharusnya dapat dikembangkan oleh masyarakat melalui kelompok, yang telah ter struktur dan memiliki legalitas di bawah pemerintah desa, bersama dengan Water org sejak 28 Maret 2018, Bank BPR Jatim  aktif memberikan pembiayaan kepada KPSPAMS di Jawa Timur sebagai bukti, Ikut mendorong pertumbuhan perekenomian serta perkemabangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengeh) dan Koperasi di Daerah dan Perdesaan.


Sampai dengan saat ini Bank BPR Jatim telah membiayai 5 Kelompok SPAMS di Kabupaten Tuban, Situbondo, dan Gresik. Hingga November 2018, kemampuan bayar KPSPAMS dapat dikategorikan salam status layak atau mampu, hal in terlihat dari angka Repayment Rate (RR) pinjaman menunjukkan angka 100%. Bank BPR Jatim juga melakukan asesmen pinjaman kepada Kelompok lain, yang telah mengajukan di Cabamg Sidoarjo, Probolinggo dan Lamongan.


Diakhir pembicaraan Yudhi Wahyu M mengutarakan harapan yang besar, adanya kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui program Pamsimas dan Water org dengan Bank BPR Jatim dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya penduduk Provinsi Jawa Timur, melalui akses air bersih, sanitasi dan pengembangan usaha kecil menengah melalui Kelompok SPAMS.


Dalam acara kali ini Bank BPR Jatim secara simbolis melalui Direktur Utama Yudhi Wahyu M. memberikan kredit kepada 2 kelompok pengguna air bersih yang berasal dari Kabupaten Sidoarajo.

Bootstrap Templates by uiCookies