Bahasa :
Peresmian Gedung Graha Bank UMKM Jawa Timur dan Pelaksanaan RUPS Bank UMKM Jawa Timur Tahun Buku 2012 | ::Official Website BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur::

Peresmian Gedung Graha Bank UMKM Jawa Timur dan Pelaksanaan RUPS Bank UMKM Jawa Timur Tahun Buku 2012

Kamis, tanggal 23 Mei 2013 di Jalan Ciliwung Surabaya
Tema “Makmur Bersama Bank UMKM Jawa Timur “.

1

Bank UMKM Jawa Timur ber-peran penuh dalam mendukung pro-gram pemerintah provinsi Jawa Timur untuk meng-entaskan kemis-kinan dan peduli pada masyarakat kecil yang disebut dengan “Wong Cilik”.

2Kepekaan Bank UMKM Jawa Timur sangat luar biasa kepada rakyat kecil hingga keseluruh penjuru pedesaan di Jawa Timur yang membutuhkan uluran tangan bantuan modal usaha agar mereka dapat berwirausaha untuk membantu kemakmuran hidupnya. Dalam usahanya, Bank UMKM Jawa Timur sangat peduli terhadap para pelaku usaha yang masuk kategori start up (pemu-la).

3Mereka perlu dibantu up (pemula).  Mereka perlu dibantu dengan plafon kredit mulai Rp2,5 juta hingga Rp50 juta, Bank UMKM Jawa Timur punya beragam program dengan berbagai kemudahan. Dengan bunga yang hanya 0,5% per bulan, ini jelas akan sangat membantu mereka untuk bisa makin maju dan berkembang.

4Pada hari Kamis, 23 Mei 2013, Bank UMKM Jawa Timur meresmikan Gedung Graha Bank UMKM Jawa Timur di Jl. Ciliwung No. 11 Surabaya, dimana Kantor Pusat Bank UMKM Jawa Timur yang semula berlokasi di Jl. Musi No. 4 akan berpindah ke Graha Bank UMKM Jawa Timur ini. Ke depan, diharapkan Graha Bank UMKM Jawa Timur dapat menjadi ‘rumahnya’ UMKM di Jawa Timur, dimana pelaku UMKM di Jawa Timur bisa mendapatkan akses permodalan, pelatihan dan juga sebagai wadah utama bagi pelaku UMKM di Jawa Timur untuk mengembangkan usahanya.

5Graha Bank UMKM Jawa Timur diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo, dan dihadiri lebih dari 500 tamu undangan diantaranya adalah Bpk. Rasiyo (Sekdaprov Jatim), Bpk. Subiyakto Tjakrawerdaya (Wakil Ketua Yayasan Damandiri Jakarta), Bpk. Kemas Danial (Direktur Utama LPDB Kementrian Koperasi), Bpk. M. Ishak (Kepala Bank Indonesia Surabaya), Bupati Walikota se-Jawa Timur, SKPD Jawa Timur, Pimpinan Perbankan di Jawa Timur, anggota Perbamida dan lain-lain.

6Graha Bank UMKM Jawa Timur berdiri megah dengan 7 (tujuh) lantai menandakan bahwa Bank UMKM Jawa Timur selalu maju dan berkembang dari waktu ke waktu.  Berita mengenai peresmian Graha Bank UMKM Jawa Timur ini juga telah diliput oleh beberapa media, baik cetak maupun elektronik, seperti TVRI, Harian Surya, Radar Surabaya dan lain-lain.

7

89

Semoga dengan berdirinya Graha Bank UMKM Jawa Timur ini Bank UMKM Jawa Timur dapat semakin prima dalam memberikan layanan kepada nasabahnya da semakin berperan aktif dalam memajukan UMKM di Jawa Timur dalam upayanya memenuhi program Gubernur Jawa Timur yang pro poor, pro job, pro gender, pro growth, pro environment dan pro business. (HUM)

Sentuhlah Hati  Rakyat Miskin

10Permasalahan penduduk miskin selalu menjadi perhatian besar dari berbagai pihak. Dalam berbagai forum, masalah kemiskinan merupakan topik yang menarik, Apa yang saya catat , banyak pihak terkesan hanyak mengecam keadaan yang dinilainya masih buruk. Saya sendiri lebih senang menaruh perhatian upaya berbagai pihak yang melakukan sesuatu yang positif untuk membantu mengentas masyarakat bawah keluar dari kemiskinan. Selain berpikir positif, kelompok terakhir ini lebih bersikap optimistis dalam melihat masa depan.

Dengan berpikir positif dan bersikap optimistis, segala sesuatunya terasa lebih menyenangkan. Dalam melihat masalah kemiskinan, misalmya, kita menyadari kenyataan-kenyataan yang pahit. Seperti ditunjukkan oleh data BPS, pada periode Maret 2012, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 29,13 juta atau 11,96 persen dari total penduduk Indonesia. Tetapi kita bisa lega karena periode September 2012, jumlahnya turun menjadi 28,59 juta jiwa atau 11,66 persen dari total penduduk Indonesia.

Untuk Jawa Timur, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 13,08 persen atau sebanyak 4,96 juta penduduk. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode Maret 2012 yang sebesar 13,40 persen atau sebanyak 5,07 juta penduduk.

Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyadari benar bahwa jumlah warga miskin tersebut masih cukup besar. Namun kita beryukur bahwa upaya kita untuk mengentaskan warga dari lembah kemiskinan dinilai berhasil. Apa sebenarnya kunci yang kita gunakan?

Pemprov Jatim menerapkan lima strategi untuk menanggulangi kemiskinan. Lima strategi itu yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha mikro dan kecil, penguatan kelembagaan masyarakat desa, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Namun perlu disadari bahwa masih banyak masyarakat yang berpandangan bahwa hidup sejahtera adalah hidup yang nyaman, di mana tiap pagi bisa menikmati kopi dan merokok, dengan begitu tidak perlu lagi bekerja lebih keras, pendidikan yang tinggi. Kurang lebih 10 persen jumlah penduduk yang ada di Jatim yakni 3,8 juta, beranggapan bahwa hidup layak adalah seperti contoh tersebut, terutama masyarakat di pedesaan yang pendidikannya masih rendah.

 Hal ini merupakan satu hal yang secara kultural permasalahan kemiskinan di Jatim. Selain itu, karena pendidikan rendah diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang keliru tersebut. Oleh sebab itu  permasalahan yang harus dapat diatasi yakni kemiskinan, isolasi, kerentanan dan fisik yang tidak sehat.

Apa yang harus dilakukan adalah meningkatkan kepedulian (awareness) dengan cara meletakkan hati dan perasaan cintanya terhadap masyarakat miskin. Yang terpenting bagaimana orang yang tidak mampu, diurus dan diajak berbicara serta harus ada intervensi program dari negara. Program tersebut antara lain salah satunya melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam hal ini saya bangga atas peran yang dimainkan oleh Bank UMKM Jawa Timur dalam membantu program Pemprov Jatim dalam menekan terus-menerus jumlah warga miskin. Bank UMKM Jawa Timur telah menunjukkan kinerjanya yang sangat baik. Ini terbukti dari meningkatnya secara pesat asset Bank UMKM Jawa Timur dari sekitar Rp 300 miliar menjadi lebih dari Rp 1,4 triliun dalam waktu kurang dari dua tahun. Jumlah nasabah pun melejit menjadi lebih dari 100.000 orang. Ribuan pelaku UMKM secara signifikan meningkat kesejahteraannya.

Melihat kondisi tersebut, diharapkan bahwa orang miskin jangan diharuskan untuk berpikir bagaimana menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi bagaimana kita harus meletakkan pemikiran tentang dirinya sendiri dan melibatkan untuk mengambil keputusan.

Untuk penguatan perekonomian, di pedesaan-pedesaan dibentuk suatu kelembagaan yang disebut koperasi wanita. Mengapa koperasi wanita, karena perempuan sangat berhati-hati sekali, selain itu juga tidak boros, maka sangat tepat sekali kalau perempuan sebagai akuntannya karena yang bisa mengatur keuangan.

Banyak langkah yang dilakukan oleh Bank UMKM Jawa Timur untuk membantu warga miskin. Misalnya, dengan mengulurkan tangan pada para TKI di luar negeri, membantu para pemulung, memberi bantuan para petani di Bromo yang terkena musibah hujan abu, dan sebagainya. Ini menunjukkan para pengelola bank ini telah menangangi masalah kemiskinan dengan sepenuh hati.
Setuhan dengan hati inilah yang selalu saya tekankan kepada para pejabat di Pemprov Jatim selama saya memimpin propinsi ini, hingga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Jatim hingga 7, 27 persen, jauh melampuai nasional.
Mengapa dalam menanggulangi kemiskinan harus dengan menggunakan hati?. Jawabnya jelas yakni menanggulangi Masyarakat Miskin (Maskin) harus Nguwongke Wong (mengorangkan orang), karena mereka memiliki perasaan dan hati yang tulus.

Kelemahan yang selalu terjadi adalah masyarakat miskin dipaksa untuk menerima pemikiran dari luar (top down). Pemprov Jatim memiliki strategi pengentasan kemiskinan dengan mengajak bicara maskin untuk memikirkan masalahnya sendiri dengan ikut merumuskan kebijakan dan cara penyelesaianya sesuai kehendaknya.

Pemprov Jatim dalam menanggulangi kemiskinan menggunakan cara by name, address, photo and by character. Saat ini, terdapat sebanyak 3.079.822 rumah tangga miskin yang ada di Jatim dan terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu hampir miskin mencapai 1.330.696 (43%) rumah tangga , miskin mencapai 1.256.122 (41%) rumah tangga dan yang sangat miskin mencapai 493.004 (16%) rumah tangga. Untuk kelompok sangat miskin ini, diambil alih oleh Pemprov Jatim. Yaitu mereka yang jompo, cacat atau usia yang tidak produktif lagi selama hidupnya diberikan bantuan setiap bulan 20 kg beras dan uang Rp 150.000/bulan.

Harapan yang patut disampaikan sekarang adalah bank-bank yang memberikan focus pelayanan pada warga miskin seperti Bank UMKM Jawa Timur tidak merasa puas pada apa yang telah dicapai. Meskipun kita terus berkembang, tetapi masih banyak warga miskin yang harus kita bantu meningkatkan harkat dan kesejahteraannya.

Sejauh ini, kata Soeroso, sektor mikro di Jawa Timur telah berkembang baik. Ini dibuktikan dengan dengan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) Bank UMKM Jawa Timur adalah 0%. Ini artinya, skala usaha mikro di wilayah ini berjalan dengan baik. Jumlah kredit dari waktu ke waktu yang terus meningkat ke para pelaku UMKM kiranya akan dapat menekan peran rentenir alias “bank tithil”. Dengan bunga yang rendah, hanya 0,5%, para pelaku usaha akan semakin jauh dari rayuan kaum rentenir. Kita gunakan beragam cara untuk menarik pelaku usaha kecil itu. Misalnya bila seseorang menabung Rp 1 juta di Bank UMKM Jawa Timur, dia bisa langsung memperoleh kredit Rp 2 juta. “Kalau menabung Rp 5 juta, bisa peroleh kredit Rp 10 juta, dan seterusnya. Tidak mudah  memang, tetapi kita juga harus selalu gigih dan menguatkan komitmen kita,” katanya.

” Ada yang pantas dicatat memang tentang Bank UMKM Jawa Timur. Di tengah kesulitan BPR mencari dana, bank milik Pemprov Jatim itu ibarat kebanjiran dana. Namun semua itu tidak jatuh dari langit begitu saja, tetapi melalui kerja keras. “Itu kita capai setelah kita buktikan kita bisa lebih berperan dalam membantu para pelaku UMKM. Baru kemudian banyak pihak memberikan apresiasi dan tertarik untuk menempatkan dananya,” kata Soeroso. ”

Soeroso menunjukkan, misalnya, bank-bank seperti Bank BNI, Bank CMB Niaga, dan Bank Jatim tahun lalu menempatkan dana mereka hingga lebih dari   Rp 200 miliar. Ada juga dana puluhan miliar dari yayasan sosial seperti Yayasan Supersemar, Yayasan Darmais, dan Damandiri (Dana Mandiri). Itu belum termasuk dana dari Kantor Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian tersebut menunjuk bank tersebut  sebagai penyalur pembiayaan bagi usaha kecil mikro dan koperasi sebesar  Rp 30 miliar melalui LPDB atau Lembaga Pengelola Dana Bergulir. Selain itu, Bank Dunia, mempercayakan penyaluran bantuan bagi Hippams.

Siapa sosok di balik prestasi  moncer Bank UMKM Jawa Timur di bawah pimpinan R. Soeroso, SE.MM? Soeroso de-ngan cepat menja-wab, “Gubernur Jatim Pak Soekarwo.”

11

Soeroso mela-njutkan,” Beliau hebat visinya, luas wawasan-nya. Dan sangat besar perhatiannya dalam menekan, kemiskinan rakyat. Beliau memberikan banyak inspirasi saya. Beliau juga yang membuat saya makin memahami kehidupan orang-orang miskin. Dulu sebagai pegawai bank, orientasi saya ya keuntungan. Setelah di Bank UMKM Jawa Timur, tidak demikian. Saya pun makin sadar beda antara Dirut Bank UMKM Jawa Timur dengan rentenir. Kalau tidak, lalu apa bedanya saya dengan rentenir?

“Peran Gubernur Soekarwo secara jelas juga ditunjukkan dengan diterimanya penghargaan dalam forum “BUMD and CEO BUMD Awards 2013” yang digelar Business Review. Dalam forum penghargaan tersebut, Gubernur Soekarwo terpilih sebagai “Pembina BPR Terbaik 2012”.

Hal itu sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Sudah sejak lama perhatian Gubernur Soekarwo pada masyarakat miskin sangat besar. Banyak kalangan memandang Pakde Karwo – sapaan akrabnya – sebagai sosok birokrat tulen yang sangat visioner.  Dia juga telah teruji sebagai sosok yang ulet, percaya diri, dan gigih dalam mewujudkan keinginannya. Prestasi Bank UMKM Jawa Timur di bawah Dirut R. Soeroso, SE,MM., sudah diakui secara luas. Toh begitu, Soeroso menyatakan, bagaimana pun prestasi bank yang dipimpinnya adalah hasil kerja tim.

Tidak berlebihan kiranya pernyataan Soeroso. Faktanya, tiga direktur yang mendampinginya menjalankan tugas memimpin bank tersebut adalah para proseional yang benar-benar handal. Mereka adalah Subawi, SE,MM (Direktur Pemasaran), Drajat Sunaryadi, SE,MM (Direktur Umum), dan Purnomo Hadi Winarto,SE.MM (Direktur Kepatuhan)

 

Translate »