Bahasa :
Bank UMKM Jawa Timur cabang Tulungagung: Jemput bola TKI hingga ke ‘dapur’-nya | ::Official Website BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur::

Bank UMKM Jawa Timur cabang Tulungagung: Jemput bola TKI hingga ke ‘dapur’-nya

Wajah Ny. Sukim, 49, warga Desa Pucanglaban, Kab. Tulungagung siang itu dari cukup cerah. Maklum kiriman uang sebesar Rp3,5 juta dari anaknya Susiati yang bekerja sebagai TKI di Hongkong cair di Kantor Pelayanan Kas (KPK) Bank UMKM Jawa Timur di Pucanglaban. Dia membayangkan akan dapat membelikan pakaian baru bagi cucunya dan merayakan Hari Raya Idul fitri 1433 H yang kurang dua minggu lagi. “Ya tidak dihabiskan, sebagian akan ditabung,” kata Sukim yang ditemui pada pertengahan puasa Ramadhan lalu.
Dia mengaku senang, pencairan uang kiriman dari anaknya tidak lagi jauh harus ke kota yang lokasinya sekitar 35 km dari rumahnya. “Dulu sebelum di sini [KPK Pucanglaban] dibuka, kami harus ke kota. Ojeknya saja Rp 20.000 belum jajan dan ninggal cucu di rumah.”
Begitu KPK Pucanglaban dibuka pada 17 Juli 2012 rekeningnya dipindahkan ke KPK terdekat. “Saya juga sudah beritahu keponakan yang kerja di Taiwan dan Singapura bahwa di Pucanglaban sudah ada bank yang bisa layani pencairan kiriman uang,” katanya.
Ungkapan senada juga disampaikan Suwahyuni, yang juga menerima kiriman uang dari anaknya Kartunik sebesar Rp7 juta dari Taiwan. “Enak sekarang. Dulu kami harus ngambil di KPK Kalidawir. Karena jauh kami mengalihkannya ke sini (Pucanglaban).”
Sigit, Pemimpin Cabang Bank UMKM Jawa Timur Cabang Tulungagung mengatakan pembukaan KPK Pucanglaban yang merupakan KPK ke enam di Tulungagung memiliki tugas utama melayani TKI dan keluarganya. Termasuk didalamnya adalah TKI purna.
“Ya, kami memang fokus ke sana (layanan TKI dan keluarganya), tapi kami juga menjaring nasabah dari kelompok nasabah lain,” ujarnya belum lama ini.
Kawasan Kec. Pucanglaban yang merupakan wilayah paling selatan Kab. Tulungagung itu selama ini dikenal sebagai ‘dapur’-nya TKI. Dimana sedikitnya …orang TKI di Tulungagung berasal dari desa-desa di sekitar Kec. Pucanglaban.
Aliran dana yang ditransfer para TKI dari tempatnya bekerja sangatlah besar hingga miliaran rupiah per bulan. Dengan demikian pembukaan KPK di Pucanglaban merupakan keputusan tepat. Apalagi di kawasan tersebut hingga kini relatif belum terjangkau layanan perbankan secara memadai.
“Bukan hanya Pucanglaban yang menjadi sumber TKI, sebagian dari warga yang tinggal di Kec. Bakung, Kab. Blitar yang berbatasan dengan Pucanglaban juga sentra TKI,” kata Sigit, Pemimpin Cabang Bank UMKM Jawa timur Cabang Tulungagung belum lama ini. Sehingga keberadaan KPK Bank UMKM Jawa Timur di Pucanglaban akan mendekatkan layanan perbankan kepada mereka. Sigit menyebutkan, sejak sebelum KPK Pucanglaban dibuka, pihaknya juga sudah memiliki nasabah dari kalangan TKI, maupun TKI purna yang sebagian besar berasal dari kawasan Kec. Pucanglaban. Baik sebagai penabung maupun debitur.
Jumlahnya lumayan besar, dimana penabungnya mencapai 140 orang dengan nilai simpanan Rp2,963 miliar dan sedang debiturnya sebanyak 34 orang dengan outstanding kredit Rp925 juta.
Dengan diresmikannya KPK Pucanglaban, Sigit yakin, jumlah nasabah penabung dan peminjam akan tumbuh pesat. “Kami optimistis hingga akhir 2012 untuk simpanan mencapai Rp3,2 miliar dan kredit sebesar Rp1,3 miliar.”
Sigit menjelaskan KPK Pucanglaban sendiri sebelumnya merupakan Lembaga Keuangan Rakyat Kecil (LKURK) binaan Bank UMKM Jawa Timur yang ditingkatkan statusnya menjadi KPK melalui proses hibah atau penggabungan ke Bank UMKM Jawa Timur.
Menjelang peningkatan status menjadi KPK manajemen Bank UMKM Jawa Timur menggenjot penyaluran pembiyaan ke kawasan Pucanglaban. Sehingga dari semula nilai kredit hanya Rp200 juta, dalam tempo sembilan bulan terakhir tumbuh menjadi Rp1,119 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp3,068 miliar, sehingga total aset yang dikelola menjadi Rp4,188 miliar. “Komposisi ini memenuhi syarat untuk digabung ke Bank UMKM Jawa Timur dengan pengembangan jaringan layanan Cabang Tulungagung,” kata Sigit.
Ke depan layanan KPK bukan sekadar menerima setoran simpanan dan penyaluran kredit, tapi juga akan dikembangkan dengan membuka layanan Smart Remittance untuk membantu kelancaran transaksi keuangan antara TKI dengan keluarganya di Tulungagung.
Untuk melayani kebutuhan tersebut pihak manajemen Bank UMKM Jawa Timur sudah menjalin kesepakatan (MoU) layanan Real Time Gross Settlement (RTGS) dengan manajemen Bank BNI 1946. “Untuk cabang Tulungagung segera akan diteken dalam tahun ini,” kata Sigit.
Selama ini, lanjut dia, bentuk layanan pengiriman uang dari TKI ke keluarganya dilakukan melalui bank umum dengan menggunakan rekening Bank UMKM Jawa Timur dimana setiap nasabah memiliki nomor pinsendiri-sendiri. “Setelah diketahui ada kiriman uang kami yang mencairkan kepada keluarganya di sini,” kata Tukirin, petugas KPK Pucanglaban.

/Andalan masa depan/
Sigit menjelaskan layanan kepada TKI menjadi salah satu andalan Bank UMKM Jawa Timur Cabang Tulungagung untuk mengembangkan kinerja usahanya di masa depan.
Pihaknya mengakui, dari total outstanding kredit Bank UMKM Jawa Timur cabang Tulungagung yang hingga akhir Juli lalu mencapai Rp32,373 miliar, kontribusi kredit ke TKI belumlah terlalu besar, masih sekitar …%.
Kredit ke keluarga TKI dan TKI purna selama ini masuk dalam kelompok kredit ekonomis produktif yang meyerap hingga sekitar 70%, selebihnya 30% diantaranya kredit disalurkan untuk kelompok kredit pegawai negeri (KPN) Kusuma.
Untuk kredit kelompok ekonomis produktif selama ini banyak diserap untuk sektor perdagangan (50%), sisanya untuk sektor usaha perikanan, pertanian dan sedikit sektor industri kecil…..(…%)
Namun melihat pertumbuhan kredit TKI yang relatif pesat hingga sekitar 20% dibandingkan setahun sebelumnya, diyakini ke depan pertumbuhan kredit TKI dan keluarganya maupun TKI purna akan semakin pesat sejalan dengan meningkatnya pemahaman para keluarga TKI, maupun TKI purna.
“Kami yakin hingga akhir tahun kredit tersebut akan tumbuh mencapai Rp36 miliar.”
Sosialisasi yang kini intensif dilakukan manajemen Bank UMKM Jawa Timur ke pusat-pusat sebaran TKI di luar negeri, seperti yang dilakukan ke Hongkong awal Juli lalu diyakini akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan layanan terhadap TKI.
Apalagi dalam waktu dekat, para TKI purna di Tulungagung yang memiliki usaha akan dihimpun dalam wadah Koperasi Pos Daya untuk diberi kredit oleh Bank UMKM Jawa Timur seperti yang terjadi di Kec. Kalipare, Kab. Malang. “Insya Allah dalam waktu dekat sudah dibentuk.”
Penggenjotan layanan kepada TKI ke depan, kata dia, diharapkan dapat mendongkrak kinerja usaha Cabang Tulungagung tumbuh lebih pesat. “Jika selama 2010 laba yang dibukukan Cabang Tulungagung mencapai Rp1,025 miliar, pada akhir 2011 tumbuh menjadi Rp1,327 miliar. Hingga akhir Juli lalu tercapai Rp992,3 Juta. Kami yakin hingga akhir tahun bisa mencapai target Rp1,274 miliar.”

/Diklat/
Sigit mengemukakan penggenjotan layanan kepada TKI dan TKI purna akan dilakukan secara simultan terhadap nasabah lain, baik yang sudah existing maupun calon nasabah.
Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah pemberdayaan nasabah melalui pendidikan dan pelatihan atau diklat. “Kami selalu melibatkan dinas instansi terkait untuk melaksanakan diklat.

Translate »