Bahasa :
Kredit TKI jadi motor penggerak pertumbuhan cabang Malang | ::Official Website BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur::

Kredit TKI jadi motor penggerak pertumbuhan cabang Malang

Najik Umar memang sempat puyeng memeras otak untuk mencari terobosan memajukan kinerja cabang yang dipimpinnya ditengah ketatnya persaingan usaha di kawasan Malang. Apalagi kabupaten dan kota Malang menjadi kawasan favorit bagi sejumlah lembaga keuangan untuk berekspansi. Hampir semua lembaga bank, termasuk sekelas BPR beroperasi di kawasan ini. Kondisi ini diperketat dengan berperasinya ratusan lembaga koperasi untuk berebut pasar.
“Kondisi ini mendorong terciptanya pasar yang egaliter, dimana loyalitas user sangatlah tipis, makanya kami harus memeras otak mencari celah,” kata Najik suatu ketika.
Secara tidak terduga Najik berkenalan dengan Manaf Suwanto, Ketua Kelompok Usaha Bina Usaha Mandiri yang beranggotakan ratusan TKI Purna yang mengeluhkan sulitnya memperoleh akses perbankan.
Najik segera menangkap keluhan Manaf. “Setelah analisa kami masuk dan direksi setuju ya sudah langsung kami garap dengan gerak cepat.”
Kemudian mereka digiring dan dibantu untuk memenuhi segala aspek legalitas atas pendirian sebuah lembaga usaha berupa badan usaha koperasi. “Kami dijemput dan diantar kesana kemari ngurus perizinan. Akhirnya berdirilah koperasi Pos Daya TKI Purna Senang Hati,” kata Manaf Suwanto.
Alhamdulillah dalam tempo tiga bulan semua bisa kelar. “Kredit senilai Rp1,2 miliar yang diperuntukkan 32 kelompok Koperasi Pos Daya TKI Purna Senang Hati dan empat kelompok karang taruna di desa Arjowilangun, kec. Kalipare, Kabupaten Malang cair.
Pembiayaan kepada kelompok usaha sejenis koperasi Pos Daya kini memang menjadi fokus Cabang Malang untuk menggenjot kinerjanya. “Sebelumnya kami banyak berkutat di kredit pegawai dengan porsi 50% dan 40%, kredit modal kerja dan investasi serta 10% kredit lain-lain, maka ke depan diusahakan komposisi kredit untuk modal kerja dan investasi yang harus dominan.”
Caranya, yaitu tadi, membidik kalangan TKI dan keluarganya serta TKI Purna. Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Taman Victoria Hongkong yang melibatkan ratusan hingga ribuan TKI pada pekan pertama Juli lalu merupakan bagian dari intensifikasi layanan Bank UMKM Jawa Timur kepada penyumbang devisa tersebut.
Apalagi, jumlah TKI dan TKI Purna serta keluarganya di Malang cukup besar. Beberapa kecamatan bahkan menjadi sentra pemasok TKI dengan jumlah yang cukup besar. “Ini pasar yang potensial.”
Dengan mengalirnya pembiayaan bagi kelompok koperasi dan karang taruna tadi, maka hingga akhir Juli 2012 posisi outstanding kredit bank UMKM Jawa Timur Cabang Malang terdongkrak menjadi Rp23,539 miliar atau hampir 4% diatas target Juli sebesar Rp22,709 miliar.
Bahkan jika dibandingkan posisi Desember 2011 laju pembiayaan cabang Malang sudah tumbuh 19,44%.
Melihat strategi yang diterapkan mulai menunjukkan hasil, Najik terus akan memacunya. Sejumlah lembaga pemberdayaan nasabah kecil mikro, baik Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang dibentuk Kantor Bank Indonesia (BI) Malang maupun perguruan tinggi, diantaranya Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga Universitas Merdeka (Unmer) Malang dirangkul.
“Ke depan kami juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang untuk program sertivikasi tanah calon debitor sehingga selain pengikatannya menjadi lebih kuat, nilai tambah berupa kredit yang bisa dinikmati nasabah juga semakin tinggi sehingga kesempatan nasabah untuk mendongkrak pertumbuhan usahanya menjadi lebih besar.”
Saat inipun, lanjut dia, sudah ada beberapa pengajuan dari calon nasabah perorangan yang direkomendasi pihak kepala desa setempat, seperti dari desa Jambuwer, Kec. Kromengan, Gunungkawi, Kec. Wonosari dan sekitarnya. “Kalau melihat itu kami optimistis target usaha yang ditetapkan manajemen akan bisa dicapai bahkan bisa lebih.”

Translate »