Bahasa :
PERAN BANK UMKM JAWA TIMUR KEPADA PARA PETANI JAMUR KANCING (CHAMPIGNON) DI DAERAH GUNUNG BROMO PASCA ERUPSI | ::Official Website BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur::

PERAN BANK UMKM JAWA TIMUR KEPADA PARA PETANI JAMUR KANCING (CHAMPIGNON) DI DAERAH GUNUNG BROMO PASCA ERUPSI

Bencana erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur masih di rasakan oleh masyarakat tengger. Dampak sisa-sisa abu vulkanik membuat masyarakat Bromo kehilangan rumah, sekolah, sarana dan prasarana umum, bahkan lahan pertanian yang merupakan pendapatan bagi masyarakat Bromo tak luput dari bencana alam tersebut. Sektor pariwisata dan pertanian yang selama ini menjadi andalan bagi masyarakat tengger dalam mengais rejeki menjadi terhenti dan hal ini mengakibatkan keresahan bagi masyarakat Bromo. Kita sebagai manusia biasa boleh berkehendak tapi Allah SWT yang akan menentukan segalanya, sama seperti yang terjadi pada para petani, pengusaha, dan masyarakat di daerah sekitar Gnung Bromo yang telah mengalami kerugian atau gagal panen yang disebabkan karena erupsi Gunung Bromo.Bencana erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur masih di rasakan oleh masyarakat tengger. Dampak sisa-sisa abu vulkanik membuat masyarakat Bromo kehilangan rumah, sekolah, sarana dan prasarana umum, bahkan lahan pertanian yang merupakan pendapatan bagi masyarakat Bromo tak luput dari bencana alam tersebut. Sektor pariwisata dan pertanian yang selama ini menjadi andalan bagi masyarakat tengger dalam mengais rejeki menjadi terhenti dan hal ini mengakibatkan keresahan bagi masyarakat Bromo. Kita sebagai manusia biasa boleh berkehendak tapi Allah SWT yang akan menentukan segalanya, sama seperti yang terjadi pada para petani, pengusaha, dan masyarakat di daerah sekitar Gnung Bromo yang telah mengalami kerugian atau gagal panen yang disebabkan karena erupsi Gunung Bromo.Bencana erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur masih di rasakan oleh masyarakat tengger. Dampak sisa-sisa abu vulkanik membuat masyarakat Bromo kehilangan rumah, sekolah, sarana dan prasarana umum, bahkan lahan pertanian yang merupakan pendapatan bagi masyarakat Bromo tak luput dari bencana alam tersebut. Sektor pariwisata dan pertanian yang selama ini menjadi andalan bagi masyarakat tengger dalam mengais rejeki menjadi terhenti dan hal ini mengakibatkan keresahan bagi masyarakat Bromo. Kita sebagai manusia biasa boleh berkehendak tapi Allah SWT yang akan menentukan segalanya, sama seperti yang terjadi pada para petani, pengusaha, dan masyarakat di daerah sekitar Gnung Bromo yang telah mengalami kerugian atau gagal panen yang disebabkan karena erupsi Gunung Bromo.

Ditengah – tengah keterpurukan dan ketidakberdayaan masyarakat Bromo, muncullah gagasan budidaya jamur sebagai alternatif untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat Bromo. Gudang – gudang yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian mereka, kini digunakan sebagai tempat budidaya jamur champignon (jamur kancing). Dengan keteguhan tekad dan rasa optimis dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, bergabunglah masyarakat Bromo dalam Bromo Champ Community (BCC). Mereka gencar melakukan sosialisasi dan sekaligus tentang budidaya jamur kancing.

Para petani khususnya petani jamur kancing (champignon) di sekitar daerah Gunung Bromo optimis bahwa hasil yang akan didapat sangat baik dan keuntungannya pun dapat berlipat, pasalnya usaha budi daya jamur kacing sangat menjanjikan saat ini. Dan hal yang lebih meyakinkan para pengusaha dan petani jamur kancing adalah komoditas tersebut telah mampu menembus ekspor sampai ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Apalagi di tambah dengan lahan pertanian yang baik dan memadai yang mereka dapatkan di sekitar area letusan Gunung Bromo. Dan moment ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk recovery daerah yang hancur oleh erupsi Gunung Bromo tersebut.

Salah seorang petani jamur kancing di daerah Gunung Bromo mengatakan bahwa saat ini diperkirakan permintaan pasar untuk jamur kancing di wilayah Eropa dan Timur Tengah mencapai tiga ratus ton per bulan sedangkan para petani hanya mampu memenuhi satu ton jamur kancing harinya. Pertimbangan lain karena budi daya jamur kancing ini di anggap lebih mudah pengerjaannya, bibitnya mudah didapat dan tidak memakan banyak lahan. Hal inilah yang mendorong minat para petani untuk mengembangkan usaha tanaman tersebut. Di samping itu hal ini juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran yang disebabkan erupsi Gunung Bromo tersebut. Banyak masyarakat daerah sekitar yang kehilangan pekerjaannya di karenakan letusan Gunung Bromo, dan untuk menaggulangi masalah tersebut, masyarakat tengger mencoba membuka lahan pekerjaan baru melalui agrobisnis ini, yaitu budi daya jamur kancing (champignon).

Kendati demikian bukan berarti para patani jamur kancing di daerah gunung bromo tersebut tidak menemui kendala, ternyata banyak sekali kendala dan permasalahan yang timbul di dalam keoptimisan para petani tersebut. Kendala utama yang paling dirasakan oleh para petani jamur kancing adalah masalah permodalan. Kesulitan permodalan yang menjadi masalah utama dari budi daya jamur kancing ini sangat dirasakan petani. Karena modal yang dimiliki telah habis digunakan untuk menghidupi kebutuhan sehari – hari selama mereka tidak dapat bercocok tanam.

Mitra kerja yang diharapkan oleh petani adalah sebuah lembaga yang dapat memberikan kemudahan dalam mengakses permodalan yang dibutuhkan oleh petani. Kesulitan dalam mengakses permodalan ini, membuat para petani jamur kancing ini akan mencari mitra kerja yang dapat memberikan modal secara cepat tanpa memperhitungkan bunga yang melambung tinggi, dan mitra seperti ini bukanlah mitra kerja yang baik, karena mereka hanya memperdulikan profit pribadi semata, tanpa mempedulikan nasib dan perkembangan usaha para petani.

Hal – hal semacam inilah yang meresahkan para petani jamur kancing di kawasan tengger tersebut, untuk itu diperlukan kepedulian dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala petani – petani tersebut. Campur tangan Pemerintah dalam membantu petani – petani ini dan mengembalikan kondisi pasca erupsi Gunung Bromo sangat di perlukan mengingat keterpurukan daerah tersebut di berbagai sektor, seperti keterpurukan di sektor pariwisata dan sektor ekonomi. Pemerintah Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat memberikan solusi bagi para masyarakat tengger dan khusunya para petani jamur kancing (champignon).

Pemerintah Propinsi Jawa Timur harus segera merespon segala kendala yang dihadapi petani jamur ini dan harus memiliki langkah – langkah yang tepat dalam membantu petani jamur kancing yang ada di wilayah Gunung Bromo ini. Petani berharap Pemerintah Propinsi Jawa Timur dapat membantu mengatasi masalah permodalah yang menjadi kendala utama mereka. Langkah – langkah yang ditempuh Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala utama petani jamur kancing ini adalah dengan mencarikan mitra kerja yang dapat memberikan kemudahan permodalan dengan cepat dan tentu saja dengan bunga yang murah sehingga tidak membuat petani terbebani. Untuk itulah diperlukan peran Bank yang dapat menjadi mitra kerja yang baik dan memiliki kepedulian terhadap para petani jamur tersebut.

Sebagai lembaga perbankan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur (mayoritas) dan Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur, Bank UMKM Jawa Timur tergerak hati untuk memecahkan masalah permodalan kepada para petani, dengan harapan Bank UMKM Jawa Timur dapat memberikan skim kredit yang sesuai dengan kebutuhan para petani. Kredit yang diberikan kepada para petani ini harus cepat prosesnya dan dengan bunga yang murah serta persyaratan yang ringan. Tidak hanya itu harapan lain yang diinginkan para petani adalah para mitra kerja ini dapat membina dan memantau perkembangan usaha mereka, sekaligus membantu pemasaran jamur kancing ini.

Untuk menyatukan tekad dalam membantu memecahkan permasalahan permodalan kepada para petani jamur kancing di kawasan Gunung Bromo, maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada bulan Mei 2011 bertempat di Balai Desa Wonokerto, Sukapura Probolinggo, dilakukan sosialisasi yang melibatkan pihak – pihak yang terkait, yaitu Bank UMKM Jawa Timur, Kadin Kabupaten Probolinggo, dan PT. Suryajaya Abadi Perkasa serta masyarakat sekitarnya, yang tentu saja diharapkan dapat membantu kegelisahan para petani jamur ini. Acara yang terselenggara di Kabupaten Probolinggo tersebut terangkum melalui acara Bromo Champ Community sekaligus penandatanganan nota kesepahaman. Acara tersebut berisi sosialisasi untuk mengatasi keterpurukan sektor ekonomi masyarakat bromo dan beberapa sosialisasi perbankan lainnya. Salah satunya adalah Bank UMKM Jawa Timur yang diharapkan mampu membiayai dan membina kluster – kluster budidaya jamur ini.

Bank UMKM Jawa Timur sebagai salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD) ini tidak hanya mencari profit semata melainkan selalu siap membantu dan membina para UMKM yang ada di seluruh Jawa Timur untuk selalu dapat mengembangkan usahanya dan dapat berperan membantu meningkatkan sektor ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Peran Bank UMKM Jawa Timur kepada para petani jamur di daerah gunung bromo pasca erupsi sangatlah membantu para petani, karena selain dapat mengatasi kendala permodalan melalui pembiayaan dengan bunga murah, Bank UMKM Jawa Timur juga memberikan pelayanan secara maksimal dengan mengutamakan kecepatan dan kemudahan mengakses kredit melalui system perbankan yang telah on-line real time, selain itu Bank UMKM Jawa Timur tetap melayani nasabah dengan mengutamakan kepentingan nasabah itu hingga nasabah merasa puas. Bank UMKM Jawa Timur bekerja dilandasi dengan penuh keiklasan dalam melayani para nasabah dan para pelaku UMKM di Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membina para UMKM hingga usaha mereka sukses dan terus dapat berkembang dengan maksimal.

Kesulitan yang dialami para petani jamur kancing dalam hal mengakses permodalan inilah yang membuat Bank UMKM Jawa Timur untuk turun tangan membantu para petani jamur kancing, apalagi salah satu tujuan Bank UMKM Jawa Timur adalah untuk membebaskan para pelaku UMKM pada umumnya dan para petani jamur kancing pada khususnya dari jeratan para rentenir yang memberikan bunga yang tinggi. Bank UMKM Jawa Timur akan memberikan service excellence kepada para petani jamur kancing ini sehingga mereka tidak canggung lagi untuk masuk ke Bank UMKM Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan motto Bank UMKM Jawa Timur UMKM Jawa Timur yang bermakna agar masyarakat wirausaha khususnya UMKM di Jawa Timur lebih mudah mengakses permodalan dan tidak canggung untuk berhubungan dengan Bank UMKM Jawa Timur.

Petani jamur kancing yang tersebar di wilayah bromo mencapai 250 petani jamur kancing dan sampai saat ini lebih dari 150 petani telah terakses permodalan dari Bank UMKM Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan membantu membiayai permodalan para petani ini dan membina kluster – kluster budidaya jamur kancing ini sehingga terus dapat berkembang. Bank UMKM Jawa Timur akan membiayai petani mulai dari pengadaan bibit, sarana dan prasarana produksi, serta pemasaran jamur kancing tersebut. Dan hal ini membuat petani merasa terbantu dan semakin menguatkan optimisme para petani jamur kancing ini. Para petani berharap usahanya dapat memperoleh hasil yang maksimal dan terus dapat berkembang setelah di biayai oleh Bank UMKM Jawa Timur. Harapan dan keoptimisan para petani jamur kancing ini membuat Bank UMKM Jawa Timur tidak ragu lagi membiayai para petani jamur, dan Bank UMKM Jawa Timur akan sangat bangga apabila dapat mensukseskan program budidaya jamur ini, karena artinya Bank UMKM Jawa Timur telah berperan dalam mengatasi permasalahan terjadinya penurunan sektor ekonomi di Gunung Bromo pasca erupsi tersebut.

Dan saat ini setelah para petani dibiayai oleh Bank UMKM Jawa Timur, maka hasil dari budidaya jamur ini telah dibuktikan oleh para petani jamur kancing dengan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Petani dapat tersenyum melihat kualitas jamur kancing mereka, sehingga para petani pun mendapatkan keuntungan yang mereka harapkan sebelumnya. Keberhasilan para petani jamur kancing ini merupakan awal dari pemulihan atau recovery sektor ekonomi pasca erupsi Gunung Bromo, yang semula meresahkan seluruh masyarakat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pemulihan tersebut kini telah kita rasakan sekarang dengan terbukti semakin suksesnya budidaya jamur kancing di wilayah tersebut. Para pengusaha kembali menemukan kesempatan berwirausaha di kawasan tengger tersebut. Hal ini membuktikan bahwa sektor ekonomi telah berangsur – angsur pulih, tidak hanya itu pada sektor pariwisata, pendidikan dan lain – lain di kawasan tengger tersebut pun telah berangsur – angsur pulih kembali.

Pulihnya keadaan di gunung bromo tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang senantiasa memberikan pengabdian kepada masyarakat yang sangat luar biasa, disamping itu peran perbankan tidak boleh kita kesampingkan begitu saja karena berkat peran mereka para petani jamur kancing ini dapat menggeliatkan usaha mereka secara maksimal, yang mengakibatkan peningkatan sektor ekonomi di kawasan Gunung Bromo tersebut. Peran Bank UMKM Jawa Timur sangat signifikan dalam membantu petani jamur kancing (champignon) ini. Terutama dalam hal permodalan Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membantu dan memberikan kemudahan – kemudahan dalam membiayai budidaya jamur ini. Tidak hanya itu Bank UMKM Jawa Timur akan selalu siap membantu para pelaku UMKM yang ingin terus berkembang di wilayah Gunung Bromo tersebut pada khususnya dan para pelaku UMKM di Jawa Timur pada umumnya.
(Andhika.red)

Ditengah – tengah keterpurukan dan ketidakberdayaan masyarakat Bromo, muncullah gagasan budidaya jamur sebagai alternatif untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat Bromo. Gudang – gudang yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian mereka, kini digunakan sebagai tempat budidaya jamur champignon (jamur kancing). Dengan keteguhan tekad dan rasa optimis dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, bergabunglah masyarakat Bromo dalam Bromo Champ Community (BCC). Mereka gencar melakukan sosialisasi dan sekaligus tentang budidaya jamur kancing.

Para petani khususnya petani jamur kancing (champignon) di sekitar daerah Gunung Bromo optimis bahwa hasil yang akan didapat sangat baik dan keuntungannya pun dapat berlipat, pasalnya usaha budi daya jamur kacing sangat menjanjikan saat ini. Dan hal yang lebih meyakinkan para pengusaha dan petani jamur kancing adalah komoditas tersebut telah mampu menembus ekspor sampai ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Apalagi di tambah dengan lahan pertanian yang baik dan memadai yang mereka dapatkan di sekitar area letusan Gunung Bromo. Dan moment ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk recovery daerah yang hancur oleh erupsi Gunung Bromo tersebut.

Salah seorang petani jamur kancing di daerah Gunung Bromo mengatakan bahwa saat ini diperkirakan permintaan pasar untuk jamur kancing di wilayah Eropa dan Timur Tengah mencapai tiga ratus ton per bulan sedangkan para petani hanya mampu memenuhi satu ton jamur kancing harinya. Pertimbangan lain karena budi daya jamur kancing ini di anggap lebih mudah pengerjaannya, bibitnya mudah didapat dan tidak memakan banyak lahan. Hal inilah yang mendorong minat para petani untuk mengembangkan usaha tanaman tersebut. Di samping itu hal ini juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran yang disebabkan erupsi Gunung Bromo tersebut. Banyak masyarakat daerah sekitar yang kehilangan pekerjaannya di karenakan letusan Gunung Bromo, dan untuk menaggulangi masalah tersebut, masyarakat tengger mencoba membuka lahan pekerjaan baru melalui agrobisnis ini, yaitu budi daya jamur kancing (champignon).

Kendati demikian bukan berarti para patani jamur kancing di daerah gunung bromo tersebut tidak menemui kendala, ternyata banyak sekali kendala dan permasalahan yang timbul di dalam keoptimisan para petani tersebut. Kendala utama yang paling dirasakan oleh para petani jamur kancing adalah masalah permodalan. Kesulitan permodalan yang menjadi masalah utama dari budi daya jamur kancing ini sangat dirasakan petani. Karena modal yang dimiliki telah habis digunakan untuk menghidupi kebutuhan sehari – hari selama mereka tidak dapat bercocok tanam.

Mitra kerja yang diharapkan oleh petani adalah sebuah lembaga yang dapat memberikan kemudahan dalam mengakses permodalan yang dibutuhkan oleh petani. Kesulitan dalam mengakses permodalan ini, membuat para petani jamur kancing ini akan mencari mitra kerja yang dapat memberikan modal secara cepat tanpa memperhitungkan bunga yang melambung tinggi, dan mitra seperti ini bukanlah mitra kerja yang baik, karena mereka hanya memperdulikan profit pribadi semata, tanpa mempedulikan nasib dan perkembangan usaha para petani.

Hal – hal semacam inilah yang meresahkan para petani jamur kancing di kawasan tengger tersebut, untuk itu diperlukan kepedulian dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala petani – petani tersebut. Campur tangan Pemerintah dalam membantu petani – petani ini dan mengembalikan kondisi pasca erupsi Gunung Bromo sangat di perlukan mengingat keterpurukan daerah tersebut di berbagai sektor, seperti keterpurukan di sektor pariwisata dan sektor ekonomi. Pemerintah Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat memberikan solusi bagi para masyarakat tengger dan khusunya para petani jamur kancing (champignon).

Pemerintah Propinsi Jawa Timur harus segera merespon segala kendala yang dihadapi petani jamur ini dan harus memiliki langkah – langkah yang tepat dalam membantu petani jamur kancing yang ada di wilayah Gunung Bromo ini. Petani berharap Pemerintah Propinsi Jawa Timur dapat membantu mengatasi masalah permodalah yang menjadi kendala utama mereka. Langkah – langkah yang ditempuh Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala utama petani jamur kancing ini adalah dengan mencarikan mitra kerja yang dapat memberikan kemudahan permodalan dengan cepat dan tentu saja dengan bunga yang murah sehingga tidak membuat petani terbebani. Untuk itulah diperlukan peran Bank yang dapat menjadi mitra kerja yang baik dan memiliki kepedulian terhadap para petani jamur tersebut.

Sebagai lembaga perbankan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur (mayoritas) dan Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur, Bank UMKM Jawa Timur tergerak hati untuk memecahkan masalah permodalan kepada para petani, dengan harapan Bank UMKM Jawa Timur dapat memberikan skim kredit yang sesuai dengan kebutuhan para petani. Kredit yang diberikan kepada para petani ini harus cepat prosesnya dan dengan bunga yang murah serta persyaratan yang ringan. Tidak hanya itu harapan lain yang diinginkan para petani adalah para mitra kerja ini dapat membina dan memantau perkembangan usaha mereka, sekaligus membantu pemasaran jamur kancing ini.

Untuk menyatukan tekad dalam membantu memecahkan permasalahan permodalan kepada para petani jamur kancing di kawasan Gunung Bromo, maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada bulan Mei 2011 bertempat di Balai Desa Wonokerto, Sukapura Probolinggo, dilakukan sosialisasi yang melibatkan pihak – pihak yang terkait, yaitu Bank UMKM Jawa Timur, Kadin Kabupaten Probolinggo, dan PT. Suryajaya Abadi Perkasa serta masyarakat sekitarnya, yang tentu saja diharapkan dapat membantu kegelisahan para petani jamur ini. Acara yang terselenggara di Kabupaten Probolinggo tersebut terangkum melalui acara Bromo Champ Community sekaligus penandatanganan nota kesepahaman. Acara tersebut berisi sosialisasi untuk mengatasi keterpurukan sektor ekonomi masyarakat bromo dan beberapa sosialisasi perbankan lainnya. Salah satunya adalah Bank UMKM Jawa Timur yang diharapkan mampu membiayai dan membina kluster – kluster budidaya jamur ini.

Bank UMKM Jawa Timur sebagai salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD) ini tidak hanya mencari profit semata melainkan selalu siap membantu dan membina para UMKM yang ada di seluruh Jawa Timur untuk selalu dapat mengembangkan usahanya dan dapat berperan membantu meningkatkan sektor ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Peran Bank UMKM Jawa Timur kepada para petani jamur di daerah gunung bromo pasca erupsi sangatlah membantu para petani, karena selain dapat mengatasi kendala permodalan melalui pembiayaan dengan bunga murah, Bank UMKM Jawa Timur juga memberikan pelayanan secara maksimal dengan mengutamakan kecepatan dan kemudahan mengakses kredit melalui system perbankan yang telah on-line real time, selain itu Bank UMKM Jawa Timur tetap melayani nasabah dengan mengutamakan kepentingan nasabah itu hingga nasabah merasa puas. Bank UMKM Jawa Timur bekerja dilandasi dengan penuh keiklasan dalam melayani para nasabah dan para pelaku UMKM di Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membina para UMKM hingga usaha mereka sukses dan terus dapat berkembang dengan maksimal.

Kesulitan yang dialami para petani jamur kancing dalam hal mengakses permodalan inilah yang membuat Bank UMKM Jawa Timur untuk turun tangan membantu para petani jamur kancing, apalagi salah satu tujuan Bank UMKM Jawa Timur adalah untuk membebaskan para pelaku UMKM pada umumnya dan para petani jamur kancing pada khususnya dari jeratan para rentenir yang memberikan bunga yang tinggi. Bank UMKM Jawa Timur akan memberikan service excellence kepada para petani jamur kancing ini sehingga mereka tidak canggung lagi untuk masuk ke Bank UMKM Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan motto Bank UMKM Jawa Timur UMKM Jawa Timur yang bermakna agar masyarakat wirausaha khususnya UMKM di Jawa Timur lebih mudah mengakses permodalan dan tidak canggung untuk berhubungan dengan Bank UMKM Jawa Timur.

Petani jamur kancing yang tersebar di wilayah bromo mencapai 250 petani jamur kancing dan sampai saat ini lebih dari 150 petani telah terakses permodalan dari Bank UMKM Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan membantu membiayai permodalan para petani ini dan membina kluster – kluster budidaya jamur kancing ini sehingga terus dapat berkembang. Bank UMKM Jawa Timur akan membiayai petani mulai dari pengadaan bibit, sarana dan prasarana produksi, serta pemasaran jamur kancing tersebut. Dan hal ini membuat petani merasa terbantu dan semakin menguatkan optimisme para petani jamur kancing ini. Para petani berharap usahanya dapat memperoleh hasil yang maksimal dan terus dapat berkembang setelah di biayai oleh Bank UMKM Jawa Timur. Harapan dan keoptimisan para petani jamur kancing ini membuat Bank UMKM Jawa Timur tidak ragu lagi membiayai para petani jamur, dan Bank UMKM Jawa Timur akan sangat bangga apabila dapat mensukseskan program budidaya jamur ini, karena artinya Bank UMKM Jawa Timur telah berperan dalam mengatasi permasalahan terjadinya penurunan sektor ekonomi di Gunung Bromo pasca erupsi tersebut.

Dan saat ini setelah para petani dibiayai oleh Bank UMKM Jawa Timur, maka hasil dari budidaya jamur ini telah dibuktikan oleh para petani jamur kancing dengan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Petani dapat tersenyum melihat kualitas jamur kancing mereka, sehingga para petani pun mendapatkan keuntungan yang mereka harapkan sebelumnya. Keberhasilan para petani jamur kancing ini merupakan awal dari pemulihan atau recovery sektor ekonomi pasca erupsi Gunung Bromo, yang semula meresahkan seluruh masyarakat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pemulihan tersebut kini telah kita rasakan sekarang dengan terbukti semakin suksesnya budidaya jamur kancing di wilayah tersebut. Para pengusaha kembali menemukan kesempatan berwirausaha di kawasan tengger tersebut. Hal ini membuktikan bahwa sektor ekonomi telah berangsur – angsur pulih, tidak hanya itu pada sektor pariwisata, pendidikan dan lain – lain di kawasan tengger tersebut pun telah berangsur – angsur pulih kembali.

Pulihnya keadaan di gunung bromo tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang senantiasa memberikan pengabdian kepada masyarakat yang sangat luar biasa, disamping itu peran perbankan tidak boleh kita kesampingkan begitu saja karena berkat peran mereka para petani jamur kancing ini dapat menggeliatkan usaha mereka secara maksimal, yang mengakibatkan peningkatan sektor ekonomi di kawasan Gunung Bromo tersebut. Peran Bank UMKM Jawa Timur sangat signifikan dalam membantu petani jamur kancing (champignon) ini. Terutama dalam hal permodalan Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membantu dan memberikan kemudahan – kemudahan dalam membiayai budidaya jamur ini. Tidak hanya itu Bank UMKM Jawa Timur akan selalu siap membantu para pelaku UMKM yang ingin terus berkembang di wilayah Gunung Bromo tersebut pada khususnya dan para pelaku UMKM di Jawa Timur pada umumnya.
(Andhika.red)

Ditengah – tengah keterpurukan dan ketidakberdayaan masyarakat Bromo, muncullah gagasan budidaya jamur sebagai alternatif untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat Bromo. Gudang – gudang yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian mereka, kini digunakan sebagai tempat budidaya jamur champignon (jamur kancing). Dengan keteguhan tekad dan rasa optimis dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, bergabunglah masyarakat Bromo dalam Bromo Champ Community (BCC). Mereka gencar melakukan sosialisasi dan sekaligus tentang budidaya jamur kancing.

Para petani khususnya petani jamur kancing (champignon) di sekitar daerah Gunung Bromo optimis bahwa hasil yang akan didapat sangat baik dan keuntungannya pun dapat berlipat, pasalnya usaha budi daya jamur kacing sangat menjanjikan saat ini. Dan hal yang lebih meyakinkan para pengusaha dan petani jamur kancing adalah komoditas tersebut telah mampu menembus ekspor sampai ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Apalagi di tambah dengan lahan pertanian yang baik dan memadai yang mereka dapatkan di sekitar area letusan Gunung Bromo. Dan moment ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk recovery daerah yang hancur oleh erupsi Gunung Bromo tersebut.

Salah seorang petani jamur kancing di daerah Gunung Bromo mengatakan bahwa saat ini diperkirakan permintaan pasar untuk jamur kancing di wilayah Eropa dan Timur Tengah mencapai tiga ratus ton per bulan sedangkan para petani hanya mampu memenuhi satu ton jamur kancing harinya. Pertimbangan lain karena budi daya jamur kancing ini di anggap lebih mudah pengerjaannya, bibitnya mudah didapat dan tidak memakan banyak lahan. Hal inilah yang mendorong minat para petani untuk mengembangkan usaha tanaman tersebut. Di samping itu hal ini juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran yang disebabkan erupsi Gunung Bromo tersebut. Banyak masyarakat daerah sekitar yang kehilangan pekerjaannya di karenakan letusan Gunung Bromo, dan untuk menaggulangi masalah tersebut, masyarakat tengger mencoba membuka lahan pekerjaan baru melalui agrobisnis ini, yaitu budi daya jamur kancing (champignon).

Kendati demikian bukan berarti para patani jamur kancing di daerah gunung bromo tersebut tidak menemui kendala, ternyata banyak sekali kendala dan permasalahan yang timbul di dalam keoptimisan para petani tersebut. Kendala utama yang paling dirasakan oleh para petani jamur kancing adalah masalah permodalan. Kesulitan permodalan yang menjadi masalah utama dari budi daya jamur kancing ini sangat dirasakan petani. Karena modal yang dimiliki telah habis digunakan untuk menghidupi kebutuhan sehari – hari selama mereka tidak dapat bercocok tanam.

Mitra kerja yang diharapkan oleh petani adalah sebuah lembaga yang dapat memberikan kemudahan dalam mengakses permodalan yang dibutuhkan oleh petani. Kesulitan dalam mengakses permodalan ini, membuat para petani jamur kancing ini akan mencari mitra kerja yang dapat memberikan modal secara cepat tanpa memperhitungkan bunga yang melambung tinggi, dan mitra seperti ini bukanlah mitra kerja yang baik, karena mereka hanya memperdulikan profit pribadi semata, tanpa mempedulikan nasib dan perkembangan usaha para petani.

Hal – hal semacam inilah yang meresahkan para petani jamur kancing di kawasan tengger tersebut, untuk itu diperlukan kepedulian dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala petani – petani tersebut. Campur tangan Pemerintah dalam membantu petani – petani ini dan mengembalikan kondisi pasca erupsi Gunung Bromo sangat di perlukan mengingat keterpurukan daerah tersebut di berbagai sektor, seperti keterpurukan di sektor pariwisata dan sektor ekonomi. Pemerintah Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat memberikan solusi bagi para masyarakat tengger dan khusunya para petani jamur kancing (champignon).

Pemerintah Propinsi Jawa Timur harus segera merespon segala kendala yang dihadapi petani jamur ini dan harus memiliki langkah – langkah yang tepat dalam membantu petani jamur kancing yang ada di wilayah Gunung Bromo ini. Petani berharap Pemerintah Propinsi Jawa Timur dapat membantu mengatasi masalah permodalah yang menjadi kendala utama mereka. Langkah – langkah yang ditempuh Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mengatasi kendala utama petani jamur kancing ini adalah dengan mencarikan mitra kerja yang dapat memberikan kemudahan permodalan dengan cepat dan tentu saja dengan bunga yang murah sehingga tidak membuat petani terbebani. Untuk itulah diperlukan peran Bank yang dapat menjadi mitra kerja yang baik dan memiliki kepedulian terhadap para petani jamur tersebut.

Sebagai lembaga perbankan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur (mayoritas) dan Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur, Bank UMKM Jawa Timur tergerak hati untuk memecahkan masalah permodalan kepada para petani, dengan harapan Bank UMKM Jawa Timur dapat memberikan skim kredit yang sesuai dengan kebutuhan para petani. Kredit yang diberikan kepada para petani ini harus cepat prosesnya dan dengan bunga yang murah serta persyaratan yang ringan. Tidak hanya itu harapan lain yang diinginkan para petani adalah para mitra kerja ini dapat membina dan memantau perkembangan usaha mereka, sekaligus membantu pemasaran jamur kancing ini.

Untuk menyatukan tekad dalam membantu memecahkan permasalahan permodalan kepada para petani jamur kancing di kawasan Gunung Bromo, maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada bulan Mei 2011 bertempat di Balai Desa Wonokerto, Sukapura Probolinggo, dilakukan sosialisasi yang melibatkan pihak – pihak yang terkait, yaitu Bank UMKM Jawa Timur, Kadin Kabupaten Probolinggo, dan PT. Suryajaya Abadi Perkasa serta masyarakat sekitarnya, yang tentu saja diharapkan dapat membantu kegelisahan para petani jamur ini. Acara yang terselenggara di Kabupaten Probolinggo tersebut terangkum melalui acara Bromo Champ Community sekaligus penandatanganan nota kesepahaman. Acara tersebut berisi sosialisasi untuk mengatasi keterpurukan sektor ekonomi masyarakat bromo dan beberapa sosialisasi perbankan lainnya. Salah satunya adalah Bank UMKM Jawa Timur yang diharapkan mampu membiayai dan membina kluster – kluster budidaya jamur ini.

Bank UMKM Jawa Timur sebagai salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah (BUMD) ini tidak hanya mencari profit semata melainkan selalu siap membantu dan membina para UMKM yang ada di seluruh Jawa Timur untuk selalu dapat mengembangkan usahanya dan dapat berperan membantu meningkatkan sektor ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Peran Bank UMKM Jawa Timur kepada para petani jamur di daerah gunung bromo pasca erupsi sangatlah membantu para petani, karena selain dapat mengatasi kendala permodalan melalui pembiayaan dengan bunga murah, Bank UMKM Jawa Timur juga memberikan pelayanan secara maksimal dengan mengutamakan kecepatan dan kemudahan mengakses kredit melalui system perbankan yang telah on-line real time, selain itu Bank UMKM Jawa Timur tetap melayani nasabah dengan mengutamakan kepentingan nasabah itu hingga nasabah merasa puas. Bank UMKM Jawa Timur bekerja dilandasi dengan penuh keiklasan dalam melayani para nasabah dan para pelaku UMKM di Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membina para UMKM hingga usaha mereka sukses dan terus dapat berkembang dengan maksimal.

Kesulitan yang dialami para petani jamur kancing dalam hal mengakses permodalan inilah yang membuat Bank UMKM Jawa Timur untuk turun tangan membantu para petani jamur kancing, apalagi salah satu tujuan Bank UMKM Jawa Timur adalah untuk membebaskan para pelaku UMKM pada umumnya dan para petani jamur kancing pada khususnya dari jeratan para rentenir yang memberikan bunga yang tinggi. Bank UMKM Jawa Timur akan memberikan service excellence kepada para petani jamur kancing ini sehingga mereka tidak canggung lagi untuk masuk ke Bank UMKM Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan motto Bank UMKM Jawa Timur UMKM Jawa Timur yang bermakna agar masyarakat wirausaha khususnya UMKM di Jawa Timur lebih mudah mengakses permodalan dan tidak canggung untuk berhubungan dengan Bank UMKM Jawa Timur.

Petani jamur kancing yang tersebar di wilayah bromo mencapai 250 petani jamur kancing dan sampai saat ini lebih dari 150 petani telah terakses permodalan dari Bank UMKM Jawa Timur. Bank UMKM Jawa Timur akan membantu membiayai permodalan para petani ini dan membina kluster – kluster budidaya jamur kancing ini sehingga terus dapat berkembang. Bank UMKM Jawa Timur akan membiayai petani mulai dari pengadaan bibit, sarana dan prasarana produksi, serta pemasaran jamur kancing tersebut. Dan hal ini membuat petani merasa terbantu dan semakin menguatkan optimisme para petani jamur kancing ini. Para petani berharap usahanya dapat memperoleh hasil yang maksimal dan terus dapat berkembang setelah di biayai oleh Bank UMKM Jawa Timur. Harapan dan keoptimisan para petani jamur kancing ini membuat Bank UMKM Jawa Timur tidak ragu lagi membiayai para petani jamur, dan Bank UMKM Jawa Timur akan sangat bangga apabila dapat mensukseskan program budidaya jamur ini, karena artinya Bank UMKM Jawa Timur telah berperan dalam mengatasi permasalahan terjadinya penurunan sektor ekonomi di Gunung Bromo pasca erupsi tersebut.

Dan saat ini setelah para petani dibiayai oleh Bank UMKM Jawa Timur, maka hasil dari budidaya jamur ini telah dibuktikan oleh para petani jamur kancing dengan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Petani dapat tersenyum melihat kualitas jamur kancing mereka, sehingga para petani pun mendapatkan keuntungan yang mereka harapkan sebelumnya. Keberhasilan para petani jamur kancing ini merupakan awal dari pemulihan atau recovery sektor ekonomi pasca erupsi Gunung Bromo, yang semula meresahkan seluruh masyarakat dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Pemulihan tersebut kini telah kita rasakan sekarang dengan terbukti semakin suksesnya budidaya jamur kancing di wilayah tersebut. Para pengusaha kembali menemukan kesempatan berwirausaha di kawasan tengger tersebut. Hal ini membuktikan bahwa sektor ekonomi telah berangsur – angsur pulih, tidak hanya itu pada sektor pariwisata, pendidikan dan lain – lain di kawasan tengger tersebut pun telah berangsur – angsur pulih kembali.

Pulihnya keadaan di gunung bromo tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang senantiasa memberikan pengabdian kepada masyarakat yang sangat luar biasa, disamping itu peran perbankan tidak boleh kita kesampingkan begitu saja karena berkat peran mereka para petani jamur kancing ini dapat menggeliatkan usaha mereka secara maksimal, yang mengakibatkan peningkatan sektor ekonomi di kawasan Gunung Bromo tersebut. Peran Bank UMKM Jawa Timur sangat signifikan dalam membantu petani jamur kancing (champignon) ini. Terutama dalam hal permodalan Bank UMKM Jawa Timur akan senantiasa membantu dan memberikan kemudahan – kemudahan dalam membiayai budidaya jamur ini. Tidak hanya itu Bank UMKM Jawa Timur akan selalu siap membantu para pelaku UMKM yang ingin terus berkembang di wilayah Gunung Bromo tersebut pada khususnya dan para pelaku UMKM di Jawa Timur pada umumnya.
(Andhika.red)

Translate »